FAQ

January 14th, 2007 by batosaii

X:Coba kalo kamu, ditanyain kaya gitu tiap hari, apa ga sebel?
Y:ya iya sih..
X:Dan aku nanyanya serius, ga yang becanda2 gitu. kayaknya itu bikin masalah.
Y:…………

itu yg keluar, yang terucapkan.
tapi tidak semuanya terucapkan.
walopun sebel krn tiap hari ditanyain, ga mungkin kan pertanyaan ga dijawab.
sesebel apapun, pasti akan terjawab.
dan mungkin, amat sangat mungkin sekali, hampir pasti, jawaban dari pertanyaan itu akan sama. dari pertama kali ditanyakan, hingga bertahun-tahun kemudian……
(jus in case, i am asked da same question)
well, CMIIW…..

(terekam ketika sedang ntn tv, ga tau judulnya, ga tau kapan bisa tau lanjutannya, abis keburu ada iklan sih…….)

sajak cinta

January 4th, 2007 by batosaii

AKU INGIN

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu;
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada”….

(Sapardi Djoko Damono)

ps:ni buat mas Boby Ferry Firmansyah, tuh udah takcariin puisi yg kamu cari……

I’m Sorry, Can I make It Up?

December 28th, 2006 by batosaii

semalam aku membaca lagi e-mail darimu
di dalamnya ada permintaan maaf dan ucapan terima kasih
aku membacanya dengan perspektif yang baru
dan aku disadarkan….
aku melihat satu hal yang tidak pernah kulihat selama ini
ternyata kamu lebih berani daripada aku
aku ga nyangka, ternyata kamu lebih berani…
dan kamu mengajarkan bahwa itu amat berharga
so than, i learnt from u
aku belajar untuk menjadi berani, bukan nekat
aku berterima kasih padamu, untuk pelajaran yg kauberikan
terima kasih…

Untitled

December 26th, 2006 by batosaii

I went to bed early, so that i can meet u sooner
I sleep longer than it took, i dun wanna b awake without u
I triple checked my cellphone every few minutes, waitin ur name to came up, ur voice to greet me
Put my hand on my pocket, coz im afraid dat i might missed ur sms
Well, i often put my silent mode on, vibration is d’only alert
Everytime ur name appears on my inbox message, i rush and open it in a background tab
Cos maybe u wanna talk to me,
Even if it turn out to be another bulk mail
But stil, it’ll make me smile
Im afraid to ask a question
im afraid to find an answer
coz wen u find an answer, two options emerge
it’ll get u wiser, or
it’ll will buried u deeper
rigt now, i jus floating
my friend say, jus flow like water
but im not liquid
all i can do is float
and the flow carry me away
bumping into rocks and trapped me in vortexes
cos im floating
floating…
float……..

Oleh-oleh Nasrudin

December 21st, 2006 by batosaii

Alkisah, Nasrudin pulang dari perjalanan ke negeri seberang. Sepulangnya dari sana, Nasrudin mengumpulkan anak-anak kecil disekitar rumahnya. Ceritanya, dia mau membagi-bagikan oleh-oleh dari perjalanannya yang terakhir. Setelah anak-anak kecil terkumpul, sambil memegang sekantong permen, Nasrudin bertanya; “aku punya oleh-oleh untuk kalian. Sekarang kutawarkan cara membaginya, kalian menginginkan cara membagi dengan keadilan manusia atau dengan keadilan Tuhan?”
Anak-anak kecil itu kebingungan, akhirnya mereka menjawab, “kami ingin keadilan Tuhan”
Kemudian Nasrudin langsung membagikan permen itu secara serampangan, ada anak yg mendapat 2 permen, ada yg 3 permen, jumlahnya berbeda-beda. Salah satu anak itu langsung memprotes, dia berkata, “kok pembagiannya tidak adil?”
Kemudian Nasrudin menjawab, “Itulah keadilan Tuhan”.

aku adalah salah satu dari anak-anak itu. yang tidak mengerti tentang keadilan Tuhan. menurutku, keadilan itu berarti sama banyak, sama besar, atau apapun yg masuk akal. padahal justru disitu mungkin letak adilnya Tuhan. aku berpikir, semua yg diraih akan sesuai dengan usaha yg dikeluarkan. aku selalu berpikir, si A seharusnya mendapat lebih dari si B. itu semua dilihat dari kacamata manusia (mungkin lebih tepatnya anak kecil). jarang (atau bisa dibilang tidak pernah) saya melihat bahwa itu adalah keadilan Tuhan. seperti anak kecil yg merengek meminta es atau permen, tanpa ia tahu bahwa es atau permen bisa membuatnya sakit. seiring waktu, aku tahu beberapa jenis es atau permen bisa membuat tenggorokan meradang atau mengikis gigi. tapi masih banyak yg tidak aku ketahui. aku masih saja merengek. mungkin itu salah satu tanda ketidak dewasaanku. seharusnya aku tahu, Tuhan maha adil. dan aku harus menerima keadilan Tuhan. karena kapasitasku memang hanya sebesar itu. keadilanku terbatas. pengetahuanku juga.

mengingatkanku pada satu sesi pembicaraan bodoh di pagi hari, setelah semalaman begadang, tentang pengandaian di masa lalu. seandainya dulu aku mengambil langkah berbeda, tentu beberapa hal akan berubah. yang secepat mungkin dijawab oleh sahabatku, bahwa perubahan yang terjadi belum tentu sama dengan yang kuinginkan. bisa jadi perubahan yang terjadi membuat keadaan semakin memburuk. seperti jutaan persimpangan yang tidak kuketahui ujungnya, atau apa yang akan kutemui di sana.
mungkin sebagai perumpamaan, bisa kurekomendasikan film “Butterfly Effect”.

yang kuingin belum tentu yg terbaik untukku, atau minimal, walaupun baik untukku, mungkin yang kuingin belum waktunya kudapat.

butuh pengorbanan lebih, perjuangan ekstra, keberanian berlapis, kekuatan berlipat, atau bahkan memang apapun yg kulakukan tidak akan bisa mengubahnya :D

*) Kisah Nasrudin diambil dari buku “Canda Sufi” punya jibo, ato punya 15 ya? ah, entahlah, yang pasti aku berterimakasih untuk kisah itu. untuk potensi belajar yang diberikannya…

Send me a muse….

December 21st, 2006 by batosaii

These few days i lost sth.
i lost my mood.
i lost my appetite
i lost my reason to get up from bed
i spend more time in nothingness
sigh….
i cant even finish dis post….
i dunno wat 2 write

am i standing still??

December 12th, 2006 by batosaii

feels not rigt
started dis week with major thrill
turnin upside down d’day after
climb up my mood d’next day
fell down again later on dat nigt
a friend told me sth to tink about
maybe d’hardest ting a friend could ever tell
slap me in d’face, emerging a question inside
am i standing still????
fil a lil bit better d’nex mornin
get even better in the noon
and fell down to earth again at d’dusk
burried by tons of dirt at night
still awake wen d’date changed
confuse, losing, tremblin inside
askin more questions
afraid to find d’answers
doesnt hv enough strength to face d’truth
inhaling poisons, seeping venoms
wishing every wishes dat have been wished millions times be4
seekin 4 a guidance
dey say stars will guide u home
but i prefer watch the moon…
4now, i jus wan to stare at d’moon
i dun care bot tomorrow, or d’day after
i jus wan to stare at d’moon
i dun care bot yesterday, or d’day be4
i jus wan to stare at d’moon
stare at d’moon…….
stare………
……….

relativitas yang absolut

November 28th, 2006 by batosaii

Sekilas aku baca sebuah tulisan di white board. “Thx God, is raining”, itu tulisan yang kubaca. Dengan tanggal di bawahnya. 27/11/06 00.15
Bukan masalah siapa yang nulis, tapi apa yg dia tulis membuatku sedikit bertanya-tanya. Apa dia bener-bener bersyukur? Or he just being sarcastic? Karena menurutku, hujan akan menyulitkan dia. Mengingatkanku lagi pada temen satu kos, yg sehari sebelumnya mengeluh karena hujan. Siangnya dia cuci motor, en cuci baju juga. Tapi malemnya hujan. Ditambah lagi dia lupa ga masukin jemurannya. Sia-sialah semua jerih payahnya hari itu. Emang sih, bencana itu bisa dihindari. Kalo dia ga lupa ngangkat jemuran, ato dia markir motornya di tpt yg beratap, mungkin hasilnya laen. Tapi intinya, dia tetep ga suka hujan turun. So, satu peristiwa, banyak perspektif. Satu kata, hujan, banyak reaksi. Ada yg seneng, ada yg sebel, ada yg susah, dsb. Ada yg seneng karena kalo ujan, surabaya jadi agak dingin. Ada yang seneng karena selama musim kemarau, air susah didapet, bahkan harus jalan puluhan kilo or beli dengan harga mahal. Ada yang sebel gara-gara mobilitasnya terganggu. Jemuran ga bisa kering, motor jadi kotor(dan kalo ga dicuci terancam karatan!). Ada yg susah karena kalo hujan, tanggul bisa jebol, dan rumahnya(bahkan nyawanya) terancam. Bahkan sesama petani akan mempunyai reaksi berbeda terhadap hujan. Petani padi akan bersyukur sementara petani tembakau akan meratap. Pengguna jalan juga. Orang yg mo berangkat ke kantor akan menggerutu bila diserbu hujan di tengah jalan. Kalo dia terpaksa berteduh, dia akan melakukannya dengan mangkel. Sementara di sebelahnya, ada couple yg menghayati ritual berteduh dengan khidmat. Sebagai sebuah momentum indah yang ga akan mereka lupakan sampai bbrp puluh taon kemudian (ato mungkin bbrp bulan, tergantung volume otak ^_^ ). Hal yang sama terjadi pada waktu. Berapa banyak orang yang tidak menyukai hari minggu. Pasti hampir semua yang kamu tanyai, menyukai hari minggu. Di hari minggu kita (mostly) beristirahat sejenak dari aktivitas selama sepekan penuh. Bisa libur, nyante2 di rumah, travelling and refreshing ke tempat-tempat yang menyenangkan. Tapi coba tanyain ke pasukan kuning yang nyapu di jalan. Hari minggu pasti bebannya nambah. Terutama yang kebagian tugas nyapu di tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang. Mungkin kalo di surabaya daerah di sekitar balai kota. Atau di kota-kota lain, di sekitar alun-alun kota. Tempat banyak orang menikmati jalan-jalan pagi, jogging, atau sekedar berkumpul bersama teman-temannya. Ga buat semua orang hari minggu itu menyenangkan.
Jadi, betapa hebatnya Sang Maha yang menciptakan semua kompleksitas ini.
Betapa kita tidak seharusnya terburu menghujat sesuatu, karena mungkin itu adalah berkah bagi yang lain.
Betapa kita sering meremehkan sesuatu, yg mungkin adalah hal terpenting dalam hidup orang lain.
Betapa kita kecil dan tidak tau apa-apa……

Tentang Rembulan…..

November 20th, 2006 by batosaii

28142048_e5c1eaba30_2
Pernah denger dongeng tentang seorang manusia yg merindukan bulan? Well, let say this is the extended version.

Dahulu kala, hiduplah seorang manusia yg menginginkan rembulan. Tiap hari dia mengiringi terbitnya rembulan dengan pandangan kagum, dan mengantarnya terbenam dengan lamunan dan pandangan sayu. Tidak seperti sekarang, rembulan tiap hari menunjukkan wajahnya yang penuh. Ketika itu, tiap hari adalah bulan purnama.

Seperti yang sudah seringkali diceritakan, si manusia jatuh hati pada sang rembulan. Dia berusaha dengan segala macam cara untuk dapat bersanding dengan rembulan. Rembulan sudah mengingatkan si manusia. Rembulan berkata, “Kita berbeda, takdirmu di bumi, bersama manusia lain. Takdirku di langit, bersama bintang-bintang. Carilah manusia lain untuk mendampingimu.” namun manusia tidak mau mendengarkan. “Selama aku mau berusaha, tidak ada yang tidak mungkin.” ujar manusia berkeras.

Singkat kata, sama dengan semua dongeng yang sudah kita dengar, manusia mati dalam usahanya menggapai rembulan. Tapi cerita tidak berhenti di situ. Setelah manusia itu dimakamkan, rembulan bersedih. Karena semua manusia di bumi menyalahkannya. “Rembulan itu yang menyebabkan kematian teman kita”, kata seorang sahabat manusia pendamba rembulan. “Iya, semua ini salahnya. Kalo tidak karena dia, teman kita pasti masih hidup”, yang lain menambahkan. Akhirnya semua manusia menghujat sang rembulan. Ini membuat sang rembulan bingung. Pernah dia menyembunyikan diri, dan menolak untuk keluar dari peraduan. Menurutnya manusia terlalu kejam, padahal dia merasa tidak bersalah karena dulu dia sudah memperingatkan si manusia. Tetapi akhirnya, berkat bujuk rayu bintang-bintang dia mau menunjukkan wajahnya kembali. Karena dia sadar, kehadirannya tiap malam masih dibutuhkan di bumi. Tapi tetap saja, terkadang dia prihatin mendengar manusia menyalahkannya, terkadang dia sedih dan merasa bersalah, terkadang dia malu. Bila dia merasa prihatin, dia menyembunyikan sedikit bagian wajahnya. Bila dia merasa sedih, dia tidak menampakkan wajahnya. Bila merasa malu, dia hanya mengintip dan memperlihatkan wajahnya sedikit. Tapi terkadang dia tetap memperlihatkan seluruh wajahnya.
Semenjak saat itu, tidak setiap hari rembulan menunjukkan wajahnya. Terkadang bulan purnama, bulan separo, bulan sabit, dan bulan mati datang bergantian.

ps:thx buat yg udah menceritakan kisah ini kpd saya. maaf, mungkin saya tidak bisa menceritakannya kembali sebaik kamu…

Devil and Miss Prym

November 1st, 2006 by batosaii

Siapapun yang mencintai dengan harapan akan balas dicintai, hanya membuang-buang waktu saja.

taken from a book by Paulo Coelho
halaman 222